Jumat, 06 Maret 2009

Arti Penting Keteladanan dalam Pendidikan Anak



Oleh Ustd. Adi Junjunan Mustafa**

A. Pendahuluan

v Saat ini anak-anak mengalami krisis keteladanan. Hal ini terjadi karena sedikitnya mass media yang mengangkat tema tentang tokoh-tokoh teladan bagi anak-anak. Tayangan-tayangan televisi misalnya, didominasi acara hiburan dalam berbagai variasinya, acara sinetron atau acara gosip selebriti tidak dapat diharapkan memberikan contoh kehidupan Islami secara utuh. Sementara itu porsi penanaman akhlak mulia melalui contoh pribadi tedalan pada pelajaran-pelajaran keislaman di sekolah juga masih rendah.

v Dalam kondisi krisis keteladanan ini, keluarga menjadi basis penting bagi anak untuk menemukan keteladanan. Maka ayah dan ibu menjadi figur-figur pertama bagi anak untuk memenuhi kebutuhan ini. Oleh karenanya orang tua mesti memiliki kesadaran untuk menjadi pribadi teladan dalam proses pembentukan akhlak Islami pada anak.

v Dalam rangka tugas mulia di atas, orang tua mesti memiliki panduan dalam mengarahkan diri mereka dan anak-anak untuk secara optimal menyerap contoh sikap dan perilaku mulia dari tokoh-tokoh teladan.

B. Pengarahan al-Quran dan as-Sunnah

v Nabi Musa as walaupun seorang Nabi tetap mencari tokoh yang dapat menjadi teladan dirinya dalam hal ilmu. Imam Bukhari –semoga Allah merahmatinya- meriwayatkan bahwa Nabi Musa as. pernah ditanya tentang orang yang paling pandai. Dijawabnya bahwa ia sendirilah orang terpandai atau paling ‘alim. Tetapi Allah swt menegurnya bahwa ia salah dalam pengakuannya, karena masih ada orang yang lebih pandai daripada dirinya. Inilah yang kemudian yang menjadi latar belakang kisah tentang Nabi Musa dengan seorang hamba Allah yang shalih dalam al-Quran, surat al-Kahfi:60-82. Ada dua catatan menarik dari kisah pertemuan Nabi Musa dengan orang shalih ini, yaitu:

1. Kesungguhan dan kerja keras Nabi Musa as. selama bertahun-tahun untuk menemui orang shalih dalam rangka belajar tentang ilmu yang diajarkan Allah swt kepadanya (QS al-Kahfi:60-62)

2. Nabi Musa as menunjukkan adab sopan santun terhadap orang shalih yang berilmu, sehingga diijinkan menjadi muridnya. (QS al-Kahfi:66, 69)

v Nabi Muhammad saw. dibimbing Allah swt. untuk meneladani para Nabi sebelum beliau setelah Allah mengisahkan kisah mereka pada surat al-An’aam. “Mereka itulah orang-orang yang telah diberi petujuk oleh Allah, maka ikutilah petunjuk mereka.” (QS al-An’aam:90). Secara khusus Nabi Muhammad saw dan para sahabatnya diarahkan Allah swt. untuk meneladani Nabi Ibrahim as dan pengikutnya dalam mentaati Allah. “Sesungguhnya pada mereka itu ada teladan yang baik bagi kalian.” (QS al-Mumtahanah:6).

v Nabi Muhammad saw. sendiri ditegaskan oleh Allah swt sebagai teladan bagi orang-orang beriman (QS al-Ahzab:21) dan Allah memuji beliau karena memiliki akhlaq yang luhur (QS al-Qalam:4). Demikianlah, riwayat hidup beliau dan petuah-petuah beliau terkodifikasi dengan amat baik oleh para ulama hadits dan para ulama sejarah dalam bentuk kumpulan hadits dan tarikh. Dengan demikian umat Islam sepanjang masa akan dapat terus mereguk keteladanan dari pribadi Nabi Muhammad saw yang disebutkan Aisyah ra, “Akhlak beliau adalah al-Quran.”

v Maka Nabi Muhammad saw pun mengajari umatnya untuk mengambil pelajaran dari beliau, termasuk dalam mendidik anak. Beliau bersabda, “Rabb-ku telah mendidikku dengan pendidikan yang baik.” (H.R. Al-Asaakir dan Ibnu Sam’ani). Beliau juga bersabda, “Didiklah anak-anak kalian dalam tiga perkara: mencintai Nabimu, mencintai keluarganya dan tilawah al-Quran, sebab orang yang memelihara al-Quran itu berada dalam lindungan singgasana Allah bersama para NabiNya dan orang-orang yang suci, pada hari tidak ada perlindungan selain daripada perlindunganNya.” (H.R. Ath-Thabrani dari Ali ra.)

v Rasulullah saw bersabda, “Para sahabatku bagaikan bintang-bintang. Dari siapa saja di antara mereka kalian ikuti, niscaya kamu mendapat petunjuk.” (H.R. Al-Baihaqi dan Ad-Dailami)

v Kisah-kisah dalam al-Quran, kisah-kisah sebagaimana disampaikan lewat hadits-hadits Nabi Muhammad saw dan juga kisah para sahabat Nabi adalah sarana penting bagi penemuan dan pembentukan jati diri muslim. Anak-anak dan manusia secara umum senang mendapatkan pelajaran dari kisah-kisah, apalagi ketika kisah-kisah itu disampaikan dengan bahasa yang indah dan baik. Allah Maha Mengetahui tentang jiwa manusia. Dengan kisah-kisah pada KitabNya itulah Dia hendak mendidik jiwa manusia. Para ulama salaf berkata, “Kisah adalah salah satu tentara Allah yang mampu meneguhkan hati.”

C. Beberapa Ucapan dan Sikap Salafush Shalih

v Sa’ad bin Abi Waqash ra. berkata, “Kami mengajar anak-anak kami tentang peperangan Rasulullah saw. sebagaimana kami mengajarkan surat al-Quran kepada mereka.”

v Imam Ghazali berkata, “Ajarkan al-Quranul karim kepada anak, hadits-hadits akhbar, hikayat orang baik, kemudian beberapa hukum agama.”

v Al-Fadhl bin Zaid kagum terhadap seorang anak A’rabi, maka ibu anak tersebut berkata, ”Apabila ia berumur lima tahun, maka aku akan menyerahkannya kepada seorang pendidik. Pendidik itu menghafalkan al-Quran dan membacanya, lalu mengajarkan syi’ir dan meriwayatkannya. Ia juga disenangkan dengan kejayaan kaumnya, serta diajar meneladani jejak-jejak terpuji bapak dan kakeknya …”

v Imam Abu Hanifah pernah mengingatkan seorang anak, “Awas, nanti kami jatuh!” Si anak menjawab, “Justru Andalah yang harus berhati-hati, sebab kejatuhan seorang ‘alim adalah bencana bagi ‘alam.” Imam Abu Hanifah amat terkesan dengan ucapan anak itu. Sejak saat itu ia tidak pernah mengeluarkan fatwa, sebelum mengkaji bersama murid-muridnya selama sebulan.

v Ketika Umar bin Abdul Aziz dilantik menjadi khalifah berdatangan para tamu untuk mengucapkan selamat dan berjanji setia. Salah satu kelompok menunjuk seorang anak muda (11 tahun) untuk jadi juru bicara. Umar berkata, “Apakah tidak sebaiknya orang yang lebih tua daripada kamu yang berbicara?” Anak tersebut menjawab, “Wahai Amirul mukminin, jika persoalannya terletak pada usia, niscaya Anda pun tidak pantas diangkat sebagai khalifah, karena masih banyak orang lain yang lebih tua daripada Anda. Wahai Amirul mukminin, tahukah Anda bahwa yang membuat orang itu kecil adalah lisan dan hatinya?” Umar pun berkata, “Wahai anak muda, nasihatilah aku!” Maka beliau pun dinasihati hingga menangis.

D. Kiat Orang Tua

v Orang tua hendaklah banyak membaca sirah Nabi Muhammad saw dan juga profil orang-orang shalih. Internalisasi bacaan ini akan membentuk pribadi berakhlak terpuji, sehingga pantas menjadi salah satu panutan bagi anak. Bacaan ini juga sekaligus menjadi pengetahuan untuk diajarkan kepada anak-anak. Dr. Abdullah Nashih ‘Ulwan menyebutkan sifat-sifat asasi seorang pendidik mencakup:

1. Keikhlasan

2. Ketakwaan

3. Keluasan ilmu

4. Sifat santun

5. Rasa tanggung jawab. Yaitu tanggung jawab untuk melindungi anak dari berbagai serangan terhadap kepribadian mereka (sisi pemikiran, kejiwaan dan akhlak).

v Menghargai nasihat dan kebenaran meskipun dari seorang anak kecil. Pada masa kejayaan peradaban Islam banyak kisah tentang kedudukan anak-anak yang dihormati oleh para pemimpin saat itu. Akar dari kondisi ini adalah didikan dari Rasulullah saw terhadap para sahabat. Ibnu Mas’ud pernah dinasihati beliau dengan kalimat, “Sembahlah Allah dan jangan kau sekutukan dengan yang lain. Berjalanlah kamu bersama al-Quran di manapun kamu berada. Terimalah kebenaran dari siapapun, baik dari anak kecil ataupun dari orang dewasa, meskipun ia adalah orang jauh yang kamu benci. Dan tolaklah kebatilan dari siapapun, baik dari anak kecil atau orang dewasa, meskipun itu adalah orang dekat yang kamu cintai.” (H.R. Ibnu Asaakir dan Ad-Dailami)

v Mengajak dan mendorong anak untuk membaca kisah-kisah orang teladan. Orang tua berperan untuk memilihkan buku yang menarik dan sesuai dengan perkembangan kejiwaan dan pemikiran anak. Untuk anak yang telah menginjak usia remaja, orang tua dapat berdiskusi dengan mereka dalam memilih buku-buku yang menjadi minat mereka.

v Mengajak anak berkesempatan berdialog dengan orang-orang shalih. Banyak riwayat menceritakan bahwa para sahabat mengajak anak-anak mereka untuk berjumpa dengan Nabi Muhammad saw. Hadits yang berbunyi, “Wahai anak, makanlah dengan tangan kananmu dan ambillah makanan yang dekat denganmu.” Disampaikan Rasulullah saw kepada anak seorang sahabatnya yang diajak berkunjung kepada beliau oleh ayahnya.

v Pada fase pembiasaan (untuk anak usia balita terutama), orang tua hendaknya termotivasi untuk senantiasa merujuk kepada perilaku Rasulullah saw ketika membetulkan sikap atau perilaku yang keliru dari anak.

v Pada fase remaja, orang tua hendaklah mengalokasikan waktu dialog dengan mereka tentang kondisi ideal yang diharapkan ada pada mereka. Suasana berdialog juga dipilih agar mereka nyaman dalam mencerna nilai-nilai yang hendak ditanamkan.

v Mengirimkan anak-anak ke sekolah-sekolah yang memiliki pendidik berakhlak mulia serta memiliki ilmu yang berkualitas, sehingga kepribadian anak-anak terbina dengan baik.

v Selain kepada Nabi Muhammad saw, yang memang menjadi model manusia berakhlak paling mulia, pengambilan contoh keteladanan kepada siapapun bukanlah peleburan kepribadian (meniru habis-habisan). Setiap orang memiliki kekhasan, karenanya seseorang tetaplah mesti menjadi dirinya sendiri, akan tetapi menjadi pribadi yang semakin hari semakin baik. Karenanya ketika mengarahkan anak untuk meneladani seseorang orang tua pun hendaknya tetap mendorong anak untuk tetap pada kekhasan dirinya sendiri.

E. Bahan Bacaan

1. Cara Nabi Mendidik Anak, Muhammad Ibnu Abdul Hafidh Suwaih, Penerbit Al-I’tishom Cahaya Umat, 2004

Terutama pada Bab 3: Cara-cara Nabi Mendidik Anak (hal 57-104). Bab ini menjelaskan panduan dasar dalam pendidikan anak, cara membangun pemikiran anak dan cara membangun jiwa anak. Pada panduan dasar disebutkan bahwa keteladanan akan menanamkan kesan positif dalam mendidik jiwa anak.

2. Pedoman Pendidikan Anak dalam Islam, Abdullah Nashih ‘Ulwan, Penerbit Asy-Syifa, 1990

Buku ini adalah salah satu buku panduan utama tentang pendidikan anak dalam Islam. Pada bagian ketiga buku ini, Dr. Nashih ‘Ulwan mengungkapkan secara khusus pentingnya keteladanan sebagai metode pendidikan influentif bagi anak. Beliau menyampaikan contoh-contoh keteladanan Rasulullah saw seperti semangatnya dalam berdakwah, kerendahan hatinya, ketekunan ibadahnya kedermawanannya, kasih sayangnya terhadap anak-anak dll. (Sajian keteladanan Rasulullah saw juga ikupas secara luas dalam buku Ar-Rasul saw. tulisan Said Hawwa.)

3. Cara-cara Efektif Mengasuh Anak dengan EQ, Maurice J. Elias, Steven E. Tobias dan Brian S. Friedlander, Penerbit Kaifa, 2000

Buku ini menjadi panduan yang baik bagi orang tua untuk mendidik anak-anak dengan memperhatikan kondisi kejiwaan yang tepat. Walaupun buku ini ditujukan untuk membuat anak cerdas secara emosional, justru orang tua diajak untuk memiliki kecerdasan emosional (EQ) terlebih dahulu untuk menjadi teladan anak. Kelebihan buku ini adalah pada penyampaian contoh-contoh praktis yang dialami orang tua dalam mendidik EQ.

4. Melipatgandakan Kecerdasan Emosi Anak, Irawati Istadi, Penerbit Pustaka Inti, 2006

Buku ini menjelaskan masalah pendidikan kecerdasan emosional secara praktis. Digali dari pengalaman keseharian seorang ibu atau pendidik TK. Lebih banyak mengupas kiat-kiat pendidikan untuk anak usia balita.

5. Menjadi Pribadi Sukses, Akrim Ridha, Penerbit Syaamil Cipta Media, 2003

Pada Kiat Ketiga (hal 16-20), Dr. Akrim mengangkat diskusi bahwa kelelahan paling utama dalam membangun pribadi suskes adalah dalam menemukan teladan. Pada bagian ini dijelaskan juga cara memperoleh figur ideal dan hal-hal yang perlu diperhatikan ketika memilih figur teladan.

Cinta Dunia Maya

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgCcepp2b4mQ-zvWFTkpneWXarg3obaql2VUnOCz5np0vuSwGZGxChlEl31KzBH9W7BRd-ngBHkCGHj8j3jOXdCyT70LVMGRc3zsHEjlyxH4fZgWAn4povdaStE4XAcO6QQcagzXqdlQY0/s320/dunia+maya.jpg




Semua orang di dunia ini pasti pernah merasakan indahnya jatuh cinta. Cinta memang mampu membuat hati seseorang berdebar-debar dan salah tingkah. Namun, cinta tidak selalu datang di saat yang tepat, tempat yang tepat, dan waktu yang tepat. Dan, cinta juga tidak selalu datang dari dunia nyata, melainkan dunia maya.


Banyak orang mengatakan bahwa cinta yang terjadi di dunia maya adalah cinta mimpi alias cinta tidak nyata. Mereka berpendapat seperti itu karena tidak mungkin bisa terjalin cinta hanya lewat kata-kata dan gambar yang disalurkan melalui layar komputer selebar 14″ dan sebuah mouse di telapak tangan. Tetapi, fenomena seperti itu benar-benar ada. Apalagi, sekarang sudah banyak sekali bertebaran situs-situs social networking yang mendukung cinta dunia maya di kalangan masyarakat, seperti: friendster, multiply, hi5, myspace, dan yang paling booming saat ini di kalangan remaja adalah facebook.

Maraknya fenomena cinta dunia maya yang dilakukan oleh para muda di rentang umur 13 hingga 28 tahun ini karena informasi berantai dan berasal dari satu orang ke orang lainnya di suatu waktu tertentu. Komunitas yang terjadi di dunia maya ini sangat tak terhitung jumlahnya dan hal ini sangat mendukung untuk membentuk relationship yang lebih luas lagi dengan orang lain di luar kota, luar propinsi, luar pulau, bahkan luar negeri. Tetapi, fenomena seperti ini juga memiliki sisi negatif bagi orang-orang yang termasuk di dalamnya, karena akan membuat mereka terisolasi dengan lingkungan di sekitarnya. Lingkungan dunia nyata yang jelas-jelas bisa mereka sentuh dengan seujung jari.

Tetapi, apapun yang terjadi dengan ‘dua dunia’ yang dijalani oleh satu manusia, hanya manusia itulah yang dapat mengendalikannya. Tak ada seorangpun manusia lain yang bisa menggangunya, karena hal seperti itu termasuk privacy seseorang.

Bagi seseorang yang lebih menyukai cinta yang terjalin melalui dunia maya mungkin lebih menyenangkan dibandingkan dengan cinta yang mereka jalani dengan dunia nyata dan dengan manusia yang nyata. Karena, mungkin mereka berpikir bahwa memiliki pacar di dunia maya lebih memberikan mereka kebebasan untuk beraktivitas di manapun dibandingkan dengan memiliki pacar di dunia nyata yang selalu mengawasi mereka 24 jam non-stop. Itu bisa jadi salah satu alasan yang paling masuk akal terjadinya fenomena ini.

Dalam suatu kondisi ataupun peristiwa tertentu pasti akan selalu menimbulkan risiko. Dan, risiko yang paling banyak diumpai dalam kondisi cinta dunia maya ini adalah hubungan jarak jauh. Tak jarang dari mereka yang menjalani hubungan jarak jauh semacam ini tak bisa mempertahankannya karena kurangnya komunikasi dan kurangnya perhatian yang diberikan oleh laki-laki ke perempuan ataupun sebaliknya. Tetapi, semua kembali lagi ke sebuah konsekuensi yang mereka jalani. Mereka berani melakukan cinta dunia maya dan risiko hubungan jarak jauh, maka mereka harus bisa menerima segala apapun yang akan terjadi dengan hubungan itu.

Namun, cinta tetaplah cinta. Sesuatu yang dipandang buruk apabila telah diselimuti oleh cinta pasti akan terasa indah. Sama seperti fenomena cinta dunia maya ini. Seluruh lapisan masyarakat, terutama golongan tua, tidak mempercayai cinta dunia maya dan mungkin cenderung mencemooh. Hanya orang-orang yang pernah merasakannyalah yang bisa menjawab fenomena ini dan lantang dan gamblang.

Kamis, 05 Maret 2009

CITRA TEH INDONESIA DI MATA PARA PEMBELI TEH DUNIA

Oleh :
Rohayati Suprihatin

Data yang digunakan untuk keperluan analisis citra teh Indonesia bersumber dari data primer yang dikumpulkan melalui wawancara dengan seluruh pembeli teh (22 perusahaan) yang tergabung dalam JTBA (Jakarta Tea Buyers' Association). P emilihan prioritas variabel untuk analisis citra menggunakan metode Eickenrode (Ma'arif dan Tanjung, 2003). Metode pengolahan untuk analisis citra teh Indonesia menggunakan metode semantic differential (Kotler, 1993) dan Multi Atribut Angka Ideal (Enget et al ., 1994).

Dari hasil pengolahan data, diperoleh prioritas variabel yang digunakan untuk analisis citra yaitu (1) harga pasar dari teh kering; (2) kesesuaian jenis teh dan grade yang ditawarkan dengan permintaan pasar; (3) rasa seduhan teh; (4) appearance atau kenampakan teh kering; (5) aroma seduhan teh; (6) kemudahan dalam penyelesaian klaim; (7) warna seduhan teh; (8) jenis kemasan dan kekuatan kemasan yang digunakan untuk mengekspor teh; dan (9) infused leaf atau kenampakan ampas dari teh yang telah diseduh.

Pada analisis posisi citra teh Indonesia, hanya ditampilkan posisi citra teh hitam (pengolahan orthodox) Indonesia sebagai salah satu jenis teh curah yang paling banyak diproduksi di Indonesia, yang mencapai 66% dari total produksi teh di Indonesia. Jenis produk teh curah lainnya yang diproduksi Indonesia adalah berupa teh hijau (23%) dan teh hitam hasil pengolahan Crushing, Tearing, and Curling (CTC) (11%) (ITC, 2002) .

Hasil analisis citra teh Indonesia disajikan pada Tabel 1. Dari tabel tersebut diketahui bahwa posisi citra teh Indonesia di mata para pembeli teh dunia menempati posisi terbaik ketiga setelah Sri Lanka pada posisi terbaik pertama, dan India Utara pada posisi terbaik kedua. Kriteria teh Indonesia yang sudah mendekati angka ideal adalah aroma, kemasan dan pelayanan penyelesaian klaim. India Utara dibedakan dengan India Selatan karena karakteristik teh yang di hasilkan di kedua wilayah tersebut sangat berbeda.

Di lain pihak, beberapa kriteria yang berpeluang untuk dapat diperbaiki dalam rangka meningkatkan citra teh Indonesia berturut turut mulai dari prioritas utama adalah (1) kesesuaian jenis dan grade teh yang ditawarkan dengan permintaan pembeli; (2) rasa air seduhan; (3) kenampakan teh kering ( appearance ) ; (4) harga jual; (5) warna air seduhan; (6) aroma air seduhan; (7) pelayanan penyelesaian klaim; (8) kenampakan ampas seduhan ( infused leaf ) dan (9) jenis dan cara pengemasan (Tabel 2)

Pada aspek kesesuaian jenis dan grade teh orthodox, para pembeli yang tergabung dalam JTBA (responden) menilai bahwa jenis dan grade yang ditawarkan oleh Sri lanka melalui Colombo Tea Auction (CTA) dianggap sudah mendekati kondisi ideal. Dalam hal ini sebagian besar teh orthodox yang ditawarkan pihak Sri Lanka merupakan jenis low grown dengan grade-grade tertentu yang disesuaikan dengan analisis kecenderungan ( trend ) permintaan pasar. Sebagai gambaran, komposisi produksi teh Sri Lanka pada tahun 2001 (KPB-PTPN, 2001) didominasi oleh teh jenis low grown (52-56%). Selebihnya terdiri dari teh jenis high grown (27-29%) dan medium grown (18-19%) (Tabel 3). Di lain pihak, komposisi produksi teh Indonesia pada tahun 2002, sebagian besar (50%) adalah jenis medium grown tea , selebihnya 30% low grown dan hanya 20% yang termasuk high grown tea

Pada aspek rasa air seduhan, kenampakan teh kering, aroma dan warna air seduhan, para responden menghendaki kriteria ideal seperti yang terdapat pada teh orthodox yang dihasilkan India Utara. Di lain pihak, dalam penyelesaian klaim, para responden menghendaki cara-cara penyelesaian klaim seperti yang telah dilakukan oleh para eksportir asal Cina karena sangat mudah dan cepat.

Dalam rangka meningkatkan citra teh Indonesia diperlukan perbaikan mutu teh Indonesia melalui penyempurnaan proses pengolahannya. Prioritas pertama yang perlu diperbaiki adalah kesesuaian jenis dan grade teh yang diproduksi Indonesia dengan jenis dan grade teh yang diminta pasar. Jenis teh yang dihasilkan ( high, medium, dan low grown ) sangat terkait dengan elevasi kebun. Teh high grown hanya dapat dihasilkan oleh kebun-kebun teh yang berada pada elevasi di atas 1.200 m dari permukaan laut (dpl). Untuk teh medium grown dan low grown masing-masing hanya dapat dihasilkan oleh kebun-kebun yang berada pada elevasi 800 – 1200 m dan 500 – 800 m dpl.

Untuk kriteria grade , hasil kesepakatan lima orang pakar pengolahan dan dua orang tea taster mengemukakan bahwa grade yang dihasilkan kebun dapat disesuaikan dengan kebutuhan pasar melalui modifikasi proses pelayuan, penggulungan, penggilingan, sortasi basah, sortasi kering, dan tingkat kehalusan pucuk daun teh segar.

Dalam kaitannya dengan penyesuaian jenis grade , hasil penelitian Bambang et al . (1991) mengemukakan bahwa skema giling orthodox - rotorvane merupakan cara yang dapat ditempuh untuk menghasilkan teh jenis small grade dalam jumlah yang lebih tinggi. Bambang et al . (1991) telah melakukan percobaan penggunaan rotorvane (RV) dua kali melalui pada skema giling orthodox-rotorvane menggunakan empat kali penggilingan. RV diletakkan sebagai gilingan kedua dan ketiga; kedua dan keempat; serta ketiga dan keempat. Hasil percobaan menunjukkan bahwa penggunaan RV selalu meningkatkan jumlah bubuk basah yang dihasilkan, demikian pula jenis mutu utama terutama jenis PF dan D. Walaupun di antara ketiga perlakuan menggunakan RV tidak berbeda nyata, tetapi disarankan penggunaan RV seawal mungkin (RV 2-3) untuk mendapatkan persentase jenis mutu utama yang tinggi. Penilaian organoleptik air seduhan teh tidak menunjukkan perbedaan antara pengolahan kombinasi orthodox-rotorvane dengan orthodox penuh. Akan tetapi teh kering asal pengolahan kombinasi orthodox-rotorvane (RV dua kali lewat) berwarna lebih kemerahan dibandingkan dengan hasil pengolahan orthodox penuh.

Penggunaan RV tiga kali lewat tidak disarankan karena appearance teh kering sangat kemerahan dan komposisi jenis yang dihasilkan kurang mencapai sasaran untuk mendapatkan jenis bubuk halus (small grade) berkualitas baik. Namun demikian, dalam kondisi kapasitas pabrik tak berimbang dengan produksi pucuk yang biasanya terjadi pada musim hujan (dalam keadaan terpaksa), program giling dengan tiga kali RV yang penekanannya diatur dari besar ke makin kecil dapat dilakukan dengan syarat dilengkapi dengan alat pemecah gumpalan bubuk yang efektif. Uji organoleptik teh hitam asal pengolahan RV tiga kali lewat memberikan penilaian bahwa teh sangat kemerahan dan sedikit terasa pahit, warna air seduhan sangat gelap, sedikit mengkilat dan strength yang cukup menonjol.

Tabel 1. Hasil analisis citra teh Indonesia

Kriteria Citra

Bobot

Ideal

Indo

nesia

Sri Lanka

India

Utarab)

India

Selatanb)

Cina

Viet

nam.

Kesesuaian jenis teh & grade

Skor (1): sangat tidak sesuai

skor (5): sangat sesuai dg

kebutuhan

0,1727

5

3

5

4

4

4

3

Harga

Skor (1): sangat murah

Skor (5): sangat mahal

0,1865

3

3

4

5

3

2

3

Appearance
Skor (1): sangat kurang
Skor (5): sangat baik

0,1189

5

3

4

5

3

3

3

Rasa Air Seduhan

Skor (1): sangat kurang

Skor (5): sangat baik

0,1564

5

3

4

5

3

2

2

Warna Air Seduhan

Skor (1): sangat kurang

Skor (5): sangat baik

0,0776

5

3

4

5

3

2

2

Aroma Air Seduhan

Skor (1): sangat kurang

Skor (5): sangat baik

0,1189

5

4

4

5

3

2

2

Infused Leaf
Skor (1): sangat kurang
Skor (5): sangat baik

0,0401

5

3

4

5

3

2

2

Kemasan

Skor (1): sangat kurang

Skor (5): sangat baik

0,0426

5

4

4

4

4

4

3

Penyelesaian klaim

Skor (1): sangat sulit

Skor (5): sangat mudah

0,0864

5

4

4

1

1

5

3

Nilai Sikap Pembeli a)

Semakin mendekati angka (0) semakin baik

1,6

0,6

0,8

1,8

2,0

2,2

Ranking Posisi Citra

Ranking 1 = terbaik

Ranking 6 = terburuk

3

1

2

4

5

6

Keterangan :

a). Dalam hal ini posisi sikap responden terhadap produk teh suatu negara produsen diartikan sama dengan posisi citra pembeli terhadap produk teh tersebut.

b). India Utara dibedakan dengan India Selatan karena menurut para responden

karakteristik teh yang dihasilkan di kedua wilayah tersebut sangat berbeda.

Tabel 2. Nilai sikap terhadap teh curah Indonesia di setiap kriteria

Kriteria

Nilai

Sikap

Prioritas Perbaikan

Kesesuaian Jenis Teh dan Grade

0,35

1

Harga

0,19

4

Kenampakan Teh Kering

0,24

3

Rasa Air Seduhan

0,31

2

Warna Air Seduhan

0,16

5

Aroma Air Seduhan

0,12

6

Ampas Seduhan (Infused leaf)

0,08

8

Kemasan

0,04

9

Penyelesaian klaim

0,09

7

Tabel 3. Komposisi produksi teh Sri Lanka

Jenis Teh

Tahun 2000 (%)

Tahun 2001 (%)

High grown

29,0

26,5

Medium grown

19,1

18,0

Low grown

51,9

55,5

Total

100

100

Sumber : KPB-PTPN I – XIV (2001)

Bambang dan Juhana (1992) juga telah melakukan penelitian pengaruh ukuran mesh ayakan basah dengan program giling kombinasi orthodox-rotorvane satu kali lewat, terhadap persentase dan keseragaman bubuk teh basah serta jumlah teh kering yang dipotong untuk menghasilkan small grade . Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran lubang basah mesh 7,7,7 merupakan ukuran yang tepat karena alasan-alasan sebagai berikut. (1) Menghasilkan bubuk teh yang paling seragam; dan (2) Persentase bubuk yang dipotong paling kecil, walaupun jumlah bubuk basah yang diperoleh tidak berbeda di antara perlakuan yang dicoba.

Berlainan dengan grade teh yang masih dapat dimodifikasi, maka kriteria jenis teh sangat sulit untuk dimodifikasi karena sangat ditentukan oleh elevasi (ketinggian dari permukaan laut) kebun teh. Oleh karena itu, untuk kriteria jenis teh, para pekebun perlu menyesuaikan jenis teh-nya dengan selera pasar masing-masing negara pengimpor/konsumen teh. Cara lain adalah mencari dan membangun kebun teh yang terletak di elevasi yang sesuai dengan target pasar. Upaya promosi dalam rangka mengubah selera pasar biasanya memerlukan waktu dan biaya yang besar. Demikian pula upaya penyesuaian kondisi agro-klimat dan kondisi tanah akan memerlukan biaya yang sangat mahal.

Hasil tabulasi data dari wawancara dengan para responden yang tergabung dalam JTBA (22 responden) menunjukkan bahwa terdapat pasar yang hanya menghendaki teh jenis low grown yaitu pasar Timur Tengah pada umumnya kecuali Mesir, Pakistan, Afganistan dan Irak. Negara konsumen teh yang menghendaki hanya jenis teh yang termasuk medium grown adalah Federasi Rusia. Selanjutnya, negara-negara konsumen teh yang menghendaki teh yang termasuk jenis high hingga medium grown antara lain adalah Australia, Eropa Barat (khususnya Inggris, Belanda dan Jerman), Eropa Timur, Polandia, Hongaria, Turki, dan Jepang.

Negara-negara konsumen teh yang menghendaki teh jenis medium hingga low grown antara lain Pakistan, Irak, Afganistan, Mesir, Singapura dan Malaysia. Di lain pihak, negara-negara konsumen teh yang dapat menerima seluruh jenis teh ( low, medium, dan high grown ) antara lain adalah pasar Amerika secara keseluruhan (Amerika Serikat, Kanada, Amerika Tengah dan Amerika Selatan). Hal ini berkaitan dengan adanya keragaman budaya, ras dan etnik di benua Amerika.

Untuk memudahkan mengidentifikasi pasar berdasarkan selera jenis dan grade teh, maka telah disusun pengelompokkan pasar berdasarkan jenis dan grade teh yang disajikan pada Tabel 4. Dari Tabel 4 terlihat bahwa pasar teh di dunia dapat dikelompokkan menjadi 11 kelompok yaitu: (1) pasar yang menghendaki teh jenis low grown dengan kombinasi seimbang antara leafy dan broken grade yaitu Timur Tengah (diluar Mesir, Pakistan, Afganistan dan Irak); (2) pasar yang menghendaki jenis low grown dengan dominasi leafy grade (lebih dari 65% kebutuhan) yaitu pasar Iran; (3) pasar yang menghendaki jenis teh medium grown dengan dominasi broken grade yaitu Federasi Rusia; (4) pasar yang menghendaki jenis teh low hingga medium grown dengan dominasi small grade antara lain Singapura, Malaysia, dan Mesir; (5) pasar yang menghendaki jenis teh low hingga medium grown dengan dominasi broken grade yaitu pasar Irak; (6) pasar yang menghendaki jenis teh low hingga medium grown dengan kombinasi seimbang antara small dan broken grade antara lain Pakistan dan Afganistan; (7) pasar yang menghendaki jenis teh high hingga medium grown dengan dominasi small grade , antara lain Polandia dan Hongaria; (8) pasar yang menghendaki jenis teh high hingga medium grown dengan dominasi broken grade , antara lain Jepang, Turki dan Eropa Timur pada umumnya; (9) pasar yang menghendaki jenis teh high hingga medium grown dengan kombinasi seimbang antara small dan broken grade , antara lain Eropa Barat pada umumnya (khususnya Inggris, Belanda, Jerman), dan Australia; (10) pasar yang menghendaki semua jenis teh ( low, medium, high grown ) dengan dominasi small grade , antara lain Amerika Serikat dan Kanada; (11) pasar yang menghendaki semua jenis teh ( low, medium, high grown ) dengan komposisi seimbang antara small dan broken grade yaitu Amerika Tengah dan Amerika Selatan.

Tabel 4. Hasil pengelompokan pasar teh dunia atas dasar jenis teh dan grade yang dibutuhkan.

Jenis/Grade

Small

Broken

Small dan
Broken

Leafy

Leafy dan

Broken

High – Medium – Low Grown

Amerika Serikat,

Kanada

-

Amerika Tengah dan Selatan

-

-

High – Medium Grown

Polandia,

Hongaria

Jepang, Turki,

Eropa Timur

Eropa Barat (Inggris, Belanda, Jerman), Australia

-

-

Medium Grown

-

Rusia (Federasi Rusia)

-

-

-

Medium – Low Grown

Singapura,

Malysia,

Mesir

Irak

Pakistan,

Afganistan

-

-

Low Grown

-

-

-

Iran

Timur Tengah (umum)


sumber : Lembaga Perkebunan Indonesia

Indonesia di mata dunia

Indonesia di mata dunia memiliki prestasi yang mungkin tidak bisa dinilai harganya. Disamping meningkatnya Korupsi, Kolusi dan Nepotisme, akan tetapi nama Indonesia di mata dunia semakin di kenal dengan 24 rekor yang sampai saat ini belom ada yang mampu menandingi rekor tersebut, namun salah satu rekor tersebut tanpa dari kesadaran masyarakat Indonesia akan hilang bahkan musnah. Untuk itu, mari kita jaga prestasi 24 Rekor Indonesia tersebut demi majunya negara kita.

Berikut daftar 24 rekor dunia yang dimiliki Indonesia.

  1. Republik Indonesia merupakan Negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 17.504 pulau (termasuk 9.634 pulau yang belum diberi nama dan 6.000 pulau yang tidak berpenghuni).
  2. Disini ada 3 dari 6 pulau terbesar didunia, yaitu : Kalimantan (pulau terbesar ketiga di dunia dgn luas 539.460 km2), Sumatera (473.606 km2) dan Papua (421.981 km2).
  3. Indonesia adalah Negara maritim terbesar di dunia dengan perairan seluas 93 ribu km2 dan panjang pantai sekitar 81 ribu km2 atau hampir 25% panjang pantai di dunia.
  4. Pulau Jawa adalah pulau terpadat di dunia dimana sekitar 60% hampir penduduk Indonesia (sekitar 130 jt jiwa) tinggal di pulau yang luasnya hanya 7% dari seluruh wilayah RI.
  5. Indonesia merupakan Negara dengan suku bangsa yang terbanyak di dunia. Terdapat lebih dari 740 suku bangsa/etnis, dimana di Papua saja terdapat 270 suku.
  6. Negara dengan bahasa daerah yang terbanyak, yaitu, 583 bahasa dan dialek dari 67 bahasa induk yang digunakan berbagai suku bangsa di Indonesia . Bahasa nasional adalah bahasa Indonesia walaupun bahasa daerah dengan jumlah pemakai terbanyak di Indonesia adalah bahasa Jawa.
  7. Indonesia adalah negara muslim terbesar di dunia. Jumlah pemeluk agama Islam di Indonesia sekitar 216 juta jiwa atau 88% dari penduduk Indonesia . Juga memiliki jumlah masjid terbanyak dan Negara asal jamaah haji terbesar di dunia.
  8. Monumen Budha (candi) terbesar di dunia adalah Candi Borobudur di Jawa Tengah dengan tinggi 42 meter (10 tingkat) dan panjang relief lebih dari 1 km. Diperkirakan dibuat selama 40 tahun oleh Dinasti Syailendra pada masa kerajaan Mataram Kuno (750-850).
  9. Tempat ditemukannya manusia purba tertua di dunia, yaitu : Pithecanthropus Erectus’¬ yang diperkirakan berasal dari 1,8 juta tahun yang lalu.
  10. Republik Indonesia adalah Negara pertama yang lahir sesudah berakhirnya Perang Dunia II pada tahun 1945. RI merupakan Negara ke 70 tertua di dunia.
  11. Indonesia adalah Negara pertama (hingga kini satu-satunya) yang pernah keluar dari Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) pada tgl 7 Januari 1965. RI bergabung kembali ke dalam PBB pada tahun 1966.
  12. Tim bulutangkis Indonesia adalah yang terbanyak merebut lambang supremasi bulutangkis pria, Thomas Cup, yaitu sebanyak 13 x (pertama kali th 1958 & terakhir 2002).
  13. Indonesia adalah penghasil gas alam cair (LNG) terbesar di dunia (20% dari suplai seluruh dunia) juga produsen timah terbesar kedua.
  14. Indonesia menempati peringkat 1 dalam produk pertanian, yaitu : cengkeh (cloves) & pala (nutmeg), serta no.2 dalam karet alam (Natural Rubber) dan minyak sawit mentah (Crude Palm Oil).
  15. Indonesia adalah pengekspor terbesar kayu lapis (plywood), yaitu sekitar 80% di pasar dunia.
  16. Terumbu Karang (Coral Reef) Indonesia adalah yang terkaya (18% dari total dunia).
  17. Indonesia memiliki species ikan hiu terbanyak didunia yaitu 150 species.
  18. Biodiversity Anggrek terbeser didunia : 6 ribu jenis anggrek, mulai dari yang terbesar (Anggrek Macan atau Grammatophyllum Speciosum) sampai yang terkecil (Taeniophyllum, yang tidak berdaun), termasuk Anggrek Hitam yang langka dan hanya terdapat di Papua.
  19. Memiliki hutan bakau terbesar di dunia. Tanaman ini bermanfaat ntuk mencegah pengikisan air laut/abrasi.
  20. Binatang purba yang masih hidup : Komodo yang hanya terdapat di pulau Komodo, NTT adalah kadal terbesar di dunia. Panjangnya bias mencapai 3 meter dan beratnya 90 kg.
  21. Rafflesia Arnoldi yang tumbuh di Sumatera adalah bunga terbesar di dunia. Ketika bunganya mekar, diameternya mencapai 1 meter.
  22. Memiliki primata terkecil di dunia , yaitu Tarsier Pygmy (Tarsius Pumilus) atau disebut juga Tarsier Gunung yang panjangnya hanya 10 cm. Hewan yang mirip monyet dan hidupnya diatas pohon ini terdapat di Sulawesi.
  23. Tempat ditemukannya ular terpanjang di dunia yaitu, Python Reticulates sepanjang 10 meter di Sulawesi.
  24. Ikan terkecil di dunia yang ditemukan baru-baru ini di rawa-rawa berlumpur Sumatera. Panjang 7,9 mm ketika dewasa atau kurang lebih sebesar nyamuk. Tubuh ikan ini transparan dan tidak mempunyai tulang kepala.